Delapan Lembaga Hindu Bali Utara Tolak SUTET

0
33 views

SINGARAJA Rencana PLN membangun Tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) listrik Bali Crossing, dikawasan hutan Segara Rupek, Kecamatan Gerokgak, mendapat penolakan dari delapan lembaga Hindu di Bali Utara.

Diantaranya, Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Madya Desa Pakraman (MMD) Buleleng, Widya Saba, Wanita Hindu Dharma Indonesia, Pinandita Samgraha Nusantara (PSN), Pemuda Hindu Dharma (Peradah) Buleleng dan Listibia Kabupaten Buleleng. Delapan lembaga ini menganggap rencana proyek tersebut melanggar aturan tentang radius kesucian pura.

Ketua PHDI Buleleng Dewa Nyoman Suardana, saat melakukan paruman madya di wantilan Pura Jagat Natha, Singaraja pada Jumat (28/7/2017) mengatakan, radius kawasan suci Pura Segara Rupek memiliki ukuran hingga sejauh dua kilometer. Bila saja, proyek tersebut tetap dilaksanakan, Suardana khawatir kesucian atau taksu dari pura tersebut akan hilang.

“Siapa nanti yang akan bertanggung jawab bila kabel itu putus. Pura pasti akan berdampak. Dalam pertemuan ini kami putuskan sikap menolak, dan kami harap ini dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh pemeirntah dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan, untuk saat ini alasan penolakan dengan dasar melanggar bisama itu akan kami tampung dulu. Kami akan menunggu sikap dari PHDI yang ada di kabupaten lain, untuk kemudian dituangkan dalam keputusan PHDI Bali terkait proyek listrik di Buleleng tersebut. (BT)