Kapolda Tatap Muka Dengan Ribuan Pecalang

Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose mengadakan pertemuan dengan ribuan Pecalang se-Bali, Selasa (25/7/2017). Pertemuan itu untuk mensinergisitas dalam mengantisipasi bahaya narkoba, paham radikalisme, premanisme. dan terorisme.

0
103 views
Pecalang.(BT/dok)
DENPASAR – Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose mengadakan pertemuan dengan ribuan Pecalang se-Bali, Selasa (25/7/2017). Pertemuan itu untuk mensinergisitas dalam mengantisipasi bahaya narkoba, paham radikalisme, premanisme. dan terorisme.

Tatap muka Kapolda Petrus Golose dengan seribuan pecalang se-Bali, digelar di Lembah Pujian, Jalan Antasura Denpasar Utara.

Hadir pula Wakapolda Bali, para pejabat utama Polda Bali, dan Kapolres/Kapolresta se-Bali, Ketua Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Provinsi Bali, Jro Gede Wayan Suwena Putus Upadesa, dan pakar hukum adat Prof Dr I Wayan P Windia.

Kapolda Petrus Golose menggarisbawahi Bali sebagai destinasi wisata dunia, tentunya tidak terlepas dari berbagai ancaman termasuk narkoba dan terorisme. Upaya mengeliminir ancaman tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum semata, namun perlu campur tangan masyarakat dalam melakukan deteksi dini.

Kapolda Petrus Golose mengandeng pecalang agar ikut berperan aktif sebagai keamanan garis terdepan di tengah masyarakat, untuk mengantisipasi persoalan terorisme, peredaran narkoba, dan premanisme.

Pecalang merupakan bagian dari pengamanan swakarsa yang ada di Bali. Keberadaan pecalang dapat mendeteksi berbagai macam ancaman dan juga aktivitas mencurigakan para pelaku kejahatan di wilayahnya. Dengan keberadaan pecalang, segala bentuk ancaman yang menjadi musuh bersama seperti narkoba, terorisme, dan premanisme diharapkan secara cepat dan tepat bisa sampai kepada aparat penegak hukum.

Petrus menekankan tiga poin mendasar. Pertama, terkait peredaran/pelaku narkoba, premanisme, dan terorisme yang menjadi ancaman nyata di Bali. Kedua, pecalang yang menjadi garis terdepan dalam pengamanan, hendaknya dapat memberi petunjuk yang benar kepada krama desa. Ketiga, harus dipahami tugas dan tanggung jawab pecalang sebagai petugas keamanan tradisional. (BT)